05 September 2016

author photo
Peradangan (inflamasi) berkaitan dengan hampir setiap kondisi kesehatan dan peneliti dengan giat menyelidiki efek peradangan kronis terhadap kesehatan dan langkah-langkah pencegahannya.


“Ini adalah konsep pengobatan baru,” kata Dr David Heber dari UCLA.

Mengapa ini disebut konsep pengobatan yang baru? Karena pengobatan modern memusatkan perhatian untuk mengobati gejala penyakit saja, bukannya menangani akar penyebab penyakit.

Artritis adalah peradangan pada sendi. Penyakit jantung adalah peradangan pada arteri. Bukanya mengonsumsi obat untuk mengurangi nyeri sendi atau menurunkan kadar kolesterol, kita lebih baik dengan cara mengurangi proses peradangan dalam tubuh.

Dr Tanya Edwards, direktur Pusat Pengobatan Terpadu, menulis bahwa peradangan sekarang diketahui sebagai “dasar yang mendasari sejumlah besar penyakit”.

Meskipun peradangan telah lama diketahui memainkan peran dalam penyakit alergi seperti asma, artritis dan penyakit Crohn, Dr Tanya Edwards mengatakan bahwa penyakit Alzheimer, kanker, penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi dan penyakit Parkinson semuanya berhubungan dengan peradangan kronis dalam tubuh.

Apa penyebab peradangan?

apa yang peneliti yakini adalah bahwa akibat sistem kekebalan terlalu aktif dala tubuh yang dibanjiri oleh sel pertahanan dan hormon yang merusak jaringan.

Racun yang berasal dari makanan dan lingkungan dapat berkembang di dalam tubuh, mengubah sistem kekebalan tubuh dan menjaganya agar tetap sangat reaktif.

Makanan ini meningkatkan peradangan :
  • Minyak jagung dan minyak kedelai
  • Susu yang sudah mengalami proses pasteurisasi
  • Refined carbohydrates (karbohidrat yang sudah mengalami proses olahan dan pengemasan)
  • Daging
  • Gula
  • Lemak trans

Makanan anti peradangan: 


Dr Edwards menunjukkan bahwa makanan anti inflamasi seperti serat, buah-buahan, sayuran dan teh telah digunakan untuk memerangi kanker dan vitamin E, kurkumin, acetilkarnitin dan catechin mencegah dan bermanfaat untuk mengobati penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Makanan yang mengandung kadar antioksidan yang tinggi akan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh peradangan.

Greg Cole, seorang profesor di UCLA telah mencari cara untuk mengendalikan peradangan dan mencegah penyakit Alzheimer dengan makan makanan seperti kurkumin, buah yang mengandung flavonoid, asam lemak omega-3 dan reservatrol.

Diet Mediterania mengandung banyak makanan anti inflamasi dan telah terbukti menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, serta mengurangi gejala artritis rheumatoid. Diet Mediterania juga dapat menurunkan risiko untuk menderita penyakit Alzheimer, kanker, penyakit pembuluh darah dan jantung serta diabetes.

Kebanyakan orang yang makan makanan anti inflamasi juga akan mengalami penurunan berat badan.

Dr Andrew Greenberg dari Universitas Tuft mengatakan, ” Tidak diragukan lagi, jika Anda menurunkan berat badan, maka peradangan akan meningkat secara dramatis.” Hal ini karena asam lemak yang berlebihan yang beredar dalam darah akan merangsang respons imun yang menyebabkan peradangan.


Dengan mengurangi peradangan, maka tubuh berpeluang untuk sembuh dari penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

Berikut adalah makanan super anti peradangan:
  • Buah acai
  • Daun bawang, bawang putih, bawang merah)
  • Biji-bijian
  • Sayuran berwarna hijau
  • Lada yang pedas
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Kecambah

Dr Andrew Weil telah menciptakan piramida makanan anti peradangan. Berikut adalah sejumlah makanan yang direkomendasikan:
  1. Sayuran. Setiap hari minimal makan 4 sampai 5 porsi bit, wortel, brokoli, kubis, kembang kol, kale, sayuran berdaun hijau tua (kale, bayam), bawang putih, kacang polong, rumput laut dan labu.
  2. Buah-buahan. Setiap hari makan 3 sampai 4 porsi apel, blackberry, blueberry, ceri, nectarine, jeruk, pir, plum, delima, jeruk bali merah atau stroberi.
  3. Air. Minum air murni, air mineral atau teh tanpa gula sepanjang hari.
  4. Kacang dan legum. Setiap hari makan 1 sampai 2 porsi kacang Ansazi, kacang azuki, kacang hitam, kacang polong, atau buncis
  5. Lemak sehat. Setiap hari 5 sampai 7 porsi alpukat, minyak canola organik, minyak zaitun yang sangat murni, biji rami, minyak kemiri, minyak bunga matahari yang mengandung kadar oleat yang tinggi, minyak wijen atau minyak kenari
  6. Rempah-rempah. Makan basil, cabai, kayu manis, bubuk kari, bawang putih, jahe, rosemary, dan kunyit dalam jumlah yang tidak terbatas
  7. Protein. Setiap minggu 1 sampai 2 porsi telur, daging hewan pemakan rumput, keju alami, unggas organik atau yoghurt
  8. Teh. 2 sampai 4 cangkir teh hijau, teh hitam atau teh putih setiap hari
  9. Arak merah. 1-2 gelas arak merah organik setiap hari
  10. Suplemen .Ko-enzim Q10, karotenoid, minyak ikan, selenium, vitamin C, D dan E
  11. Perment sehat. Cokelat hitam, sorbet buh dan buah kering tanpa pemanis

Meskipun ada banyak biji-bijian, seperti gandum dan barley, anti inflamasi serta mengandung kadar antioksidan dan nutrisi lainnya yang tinggi, saya tidak menganjurkan orang untuk makan biji-bijian dalam jumlah besar, karena biji-bijian akan lebih cepat berubah menjadi gula dalam tubuh dan kurang padat gizi daripada sayuran.

Source erabaru.net (berbagai sumber)

Jumlah 0 komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Kunjungi http://bit.ly/KomentarWU untuk mengetahui Kebijakan Komentar WowUniknya.net

Artikel Berikutya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post

Baca Juga